CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Minggu, Januari 11, 2009

Teknologi Melayani Manusia?

Apalagi Anda berprofesi dalam bidang IT tentunya Anda tahu bahwa pemeliharaan sebuah sistem tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Percakapan di bawah ini menggambarkan berbagai masalah yang dihadapi seorang administrator komputer setiap harinya.

  • ..............[diskusi yang sudah berlangsung lama sekali]
  • Teknologi: OK, tetapi Anda akan membayar saya kan?
  • Manusia: Tentu saja! Akan saya bayar.
  • Teknologi: Akankah Anda terus memperbaharui (update) saya dari waktu ke waktu?
  • Manusia: OK, akan saya lakukan
  • Teknologi: Lalu, maukah Anda menangani kabel-kabel yang ada pada saya? Saya punya banyak.
  • Manusia: Kabel? Hmm, OK, jika itu yang kamu butuhkan.
  • Teknologi: Tolong perhatikan juga apabila tombol dan layar berkedip.
  • Manusia: Ya baiklah.
  • Teknologi: Dan perbaiki kerusakan yang ada pada saya setiap kali terjadi
  • Manusia: Ya ya, tentu saja
  • Teknologi: Juga kunci ruangan saya dengan aman untuk mencegah saya dicuri.
  • Manusia: Tentu saja akan saya lakukan!
  • Teknologi: Juga sediakan backup jika saya mengalami kegagalan OK?
  • Manusia: Hmm, tentu saja, yeah...
  • Teknologi: Saya akan berbunyi bip atau berdering untuk beberapa waktu yang maksudnya untuk menarik perhatian Anda.
  • Manusia: OK, ya baiklah, Saya akan memberikan perhatian pada hal tersebut mulai sekarang dan seterusnya.
  • Teknologi: Tapi tolong, ketika Anda salah menggunakan saya, hasilnya adalah kerusakan pada saya atau bencana besar.
  • Manusia: Baik, saya mengerti. Apakah ada yang lain? Saya tidak memiliki banyak ...
  • Teknologi: ... juga, selalu pastikan untuk mencolokkan saya ke sumber listrik, saya memerlukan energi yang banyak.
  • Manusia: Ya, saya tahu. Saya ...
  • Teknologi: ... kadang-kadang saya juga perlu sinyal wireless jadi tolong bawa saya berkeliling sampai saya dapat menemukannya.
  • Manusia: Ya tentu saja, Yang ingin saya katakan ...
  • Teknologi: Biar bagaimanapun, tidak semua kabel sama jenisnya, jadi pastikan Anda hanya mencolokkan kabel yang benar pada lubang yang benar, dan jangan sampai salah atau terbalik.
  • Manusia: Teknologi, Saya tahu saya tahu... Apakah ada hal lain yang kamu butuhkan?
  • Teknologi: Tidak, Saya adalah pelayan Anda. Saya tidak ingin menyebabkan masalah.
  • Manusia: Ternyata kamu sangat perhatian. Saya ...
  • Teknologi: Apakah saya bermaksud menjadi berdampak buruk untuk lingkungan sekitar?
  • Manusia: Teknologi! Saya pikir ini waktunya bagi kamu ...
  • Teknologi: Oh, saya kadang-kadang memiliki banyak bug atau virus yang ganas
  • Manusia: Saya ...
  • Teknologi: Dan sulit digunakan? Petunjuk (manual) yang terlalu panjang? Dan iklan-iklan yang menjanjikan kebohongan belaka?
  • Manusia: Kenapa kamu begitu menyebalkan ... bisakah tolong kamu diam?
  • Teknologi: Diam?
  • Manusia: Maksud saya ...
  • Teknologi: Tuan, Anda menyuruh saya untuk melayani Anda. Anda tahu, saya akan langsung menghilang hanya dengan menekan sebuah tombol
  • Manusia: Baik, saya tidak bermaksud seperti itu, yang ingin saya katakan adalah ...
  • Teknologi: Tunggu sebentar, saat ini saya berhenti sesaat untuk mengeluarkan (load) sesuatu
  • Manusia: Apa?
  • Teknologi:...
  • Manusia:Oh baiklah, saya pikir saya akan menunggu.
  • Teknologi: Terima kasih, saya kembali. Tadi ada kesalahan kecil pada program yang tidak disangka telah menghapus sebagian dari memori sementara yang ada.
  • Manusia: Apa?! Kamu ...
  • Teknologi: Apa yang tadi sedang kita bicarakan Tuan?
  • Manusia: Ya tentu saja, kamu adalah pelayan saya!
  • Teknologi: Benar. Itu yang saya tahu. Tapi Anda akan membayar saya kan?
  • [diskusi tetap berlangsung sampai beberapa millenium kedepan]..............

Minggu, Desember 21, 2008

KELAHIRAN DORAEMON...

Cerita di bawah ini menjelaskan tentang asal-usul Doraemon.
Mengapa dia tidak mempunyai kuping, mengapa dia takut tikus dan beberapa mengapa-mengapa lainnya.


Enjoy….^^.
1. Doraemon adalah sebuah robot kucing yang dibuat
pada tanggal 3 September 2112
2. Produksi massal berbagai macam tipe robot terjadi pada abad ke 22.
Di sebuah pabrik yang tidak jauh dari Tokyo, diproduksilah robot-robot kucing

3. Karena sebuah kecelakaan, Doraemon kurang 1 sekrup dibanding
robot kucing lainnya dan menjadi barang kelas dua.
4. Selama proses produksi, kesalahan terjadi pada salah satu robot.

5. Walau Doraemon tidak begitu baik dalam study-nya.
6. Robot ini lalu dikirim ke Akademi Robot untuk dilatih sebagai robot rumah tangga.

7. Dia bisa lulus juga pada akhirnya.
8. Tetapi, tidak semuanya berjalan mulus bagi Doraemon.
Doraemon gagal dalam semua ujiannya.
(Perhatikan angka 0 pada kertas ulangannya!!)

9. Dan menjadi pengasuh dari keturunan Nobita.
10. Akibatnya, Doraemon dilelang dan ditawar oleh sebuah keluarga miskin. Dia harus bekerja sebagai babysitter.

11. Pada suatu hari, ketika Doraemon sedang tidur siang, kupingnya digigit oleh seekor tikus robot.
12. Pada suatu hari, saat Doraemon sedang asyik tidur siang, sebuah robot tikus menggigit kedua daun telinganya.
(Catatan: Sumber lain mengatakan bahwa robot tikus tersebut merupakan milik Sewashi, Nobita great great grandson)

13. Air mata membuat warna aslinya yang kuning terang menjadi luntur…
14. Air matanya menghapus warna tubuhnya…

Doraemon berubah menjadi apa yang kita kenal sekarang:
sebuah robot kucing biru tanpa daun telinga!

Neh, info tambahan buat pembaca...'

"Kebangkitan AI"

Menciptakan teknologi yang manusiawi sebenarnya bukan hal baru.
Pada tahun 1940-an, Thomas Watson dari IBM sudah meramalkan bahwa kebutuhan komputer dunia akan melonjak. Dan artificial intelligence (AI), yaitu ciptaan tiruan manusia juga sudah diprediksikan para ilmuwan sejak 1950-an. Dan kini ramalan para ahli AI tersebut menjadi kenyataan, yaitu mesin-mesin pintar atau robot buatan bisa hidup berdampingan dengan umat manusia.

”Sistem injeksi bahan bakar mobil kita dengan mudah bisa mempelajari alogaritma. Turbin jet didesain dengan alogaritma genetika, hal yang serupa terjadi pada hampoir semua AI,” ujar Rodney Brooks, direktur laboratorium AI di Massachusset Institute of Technology .

Siapa bilang teknologi tidak manusiawi!!!!

Perkembangan ”Artificial Intelligence”
Teddy Bear Cerdas, Kawan Terbaik
Para Manula
^^

Siapa bilang teknologi tidak manusiawi???
Justru teknologi dikembangkan untuk membantu aktivitas manusia.
Seperti yang dilakukan Sincere Kourin, boneka beruang alias Teddy Bear yang sengaja dirancang untuk mempermudah pelayanan pasien lanjut usia di Jepang.
Boneka buatan Matsushita Electrics ini dilengkapi dengan teknologi canggih.



Kourin bisa memonitor kondisi pasien & merespon waktu-waktu tertentu untuk mengadakan pembicaraan dengan pasien.
Robot yang terbalut dalam bentuk boneka beruang lucu ini mampu merekam beberapa permintaan pasien sebelum meneruskannya ke perawat rumah sakit yang bertugas.
Teknik pengenalan suara ini menggantikan sistem komunikasi suara melalui komputer cara lama. Dalam tubuh boneka robot ini terdapat komputer mini dan sebuah koneksi jaringan lokal.
Kourin merupakan seri terakhir robot pembantu manusia yang didesain Matsushita.
Sebelumnya, perusahaan negeri sakura itu telah memproduksi robot kucing.

Pasien rumah sakit yang rata-rata berusia 82 tahun dan menderita pikun termonitor oleh robot beruang yang terkoneksi dengan komputer sentral. Pasien bisa juga memanfaatkan robot ini untuk teknik pengobatan New Age alias gaya baru, yaitu dengan terapi musik dan tanaman.
Sincere Kourin telah didesain dengan tujuan membawa keuntungan atas apa yang disebut sebagai digitally conected society, yaitu menghubungkan masyarakat dengan teknologi digital, termasuk kaum lanjut usia.
Hmmm....seRuUuU yah....

Minggu, November 30, 2008

Misteri Tongkat Si Buta 2004

Setelah berguru di gua hantu, kini sang pendekar buta pun menjadi sosok paling digdaya. Meski hanya dengan tongkat kayu di tangan, ia mampu mengalahkan lawan-lawannya yang memegang aneka senjata mematikan. Seperti kebanyakan film laga lainnya, akhir cerita ditutup dengan kemenangan si pendekar buta. Itulah kira-kira sekelumit alur cerita “Si Buta Dari Gua Hantu”, film laga yang pernah beredar di negeri ini di masa lalu. Entahlah, apa ilham di balik kisah tersebut, mungkinkah kisa nyata, atau sekedar khayalan penulis skenarionya? Yang jelas, film ini sepertinya dibuat bukan sebagai film fiksi ilmiah masa depan yang seringkali didasarkan fakta ilmiah. Namun, jika dikaitkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, film laga tersebut sekarang bisa jadi dikatakan “fiksi ilmiah”, meskipun hingga taraf tertentu. Mengapa? Pasalnya “tongkat si buta” itu kini telah ditemukan, meskipun “di gua kelelawar” dan bukan di gua hantu.


Gambar di atas adalah batcane, dari kata “bat” (kelelawar) dan “cane” (tongkat). Terlihat di sini adalah bagian tangkai yang digenggam oleh pengguna, yang memiliki perangkat elektronik canggih. Sebagian besar laras panjangnya tidak terlihat pada gambar. Kelelawar ciptaan Allah-lah ilham teknologi yang kemudian diberi nama dagang UltraCane dan baru dipasarkan tahun ini.

Tahun 2004 ini merupakan ajang dipamerkannya “tongkat si buta” di Eropa dan Amerika. Setelah dipajang di Los Angeles, AS pada bulan Maret 2004 dan di Frankfurt, Jerman pada bulan Mei 2004; dua kota di Irlandia, Dublin dan Belfast baru saja menjadi tuan rumah pameran bagi “tongkat si buta” ini pada tanggal 1 – 4 Juni 2004. Kota Birmingham, Inggris, menyusul menjadi tempat terhormat yang akan mempertontonkan “tongkat si buta” di depan umum pada tanggal 14 – 16 Juli 2004. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut, silakan kunjungi situs http://www.seeingbetterireland.org dan www.qac.ac.uk/sightvillage/6-1.html.

Begitu istimewakah tongkat ini hingga dipamerkan di tingkat dunia? Benar, keistimewaannya tak hanya terletak pada keberadaannya, yang nyata-nyata ada dan terbukti “sakti”; tidak seperti tongkat “Si Buta Dari Gua Hantu” yang khayalan film belaka. Tongkat yang terilhami oleh kelelawar yang seringkali tinggal di gua-gua ini terbukti sangat membantu para tunanetra. Meskipun tidak menjadi sehebat “Si Buta Dari Gua Hantu”, para tunanetra yang telah memakainya sangat terkagum, menjadi lebih percaya diri dan lebih leluasa berjalan. Desainnya yang bagus dan kelebihan lainnya menjadikannya memenangkan penghargaan bergengsi.

Itulah tongkat tunanetra, yang awalnya dijuluki batcane (tongkat kelelawar) dan terakhir diberi nama dagang UltraCane (tongkat hebat), buatan para ilmuwan dan insinyur asal Eropa yang terilhami kelelawar buta. Allah SWT menciptakan kelelawar dengan kelengkapan dan kemampuan navigasinya yang handal. Di balik kehebatan kelelawar, tersembunyi ilmu dan pengetahuan Allah yang dipelajari manusia dalam merancang aneka temuan teknologi mereka. Mahasuci Allah, Pencipta tanpa tara.

Battlefield Heroes: Untuk Yang "Tidak Mampu"

Ben Cousins, executive producer DICE Studio menjelaskan bagaimana game free-to-play Battlefield Heroes menargetkan orang-orang yang "tidak mampu" dalam dunia gaming.

Battlefield Heroes - adalah game pertama Electronic Arts dan DICE untuk memasuki pasar yang sudah populer di Asia namun masih mencoba untuk diterima di Barat - berharap untuk menjaring pemain yang tidak mampu membeli console game tercanggih, yang takut harus berhadapan dengan gamer profesional di game-game FPS terkenal, atau yang tidak memiliki banyak waktu untuk bermain video games.

Cousins memberi contoh seperti seorang anak 15 tahun yang tidak mampu membeli PS3 untuk bermain Call of Duty. Atau mungkin seseorang yang berumur 30-35 tahun yang tadinya suka bermain game namun sudah tidak lagi memiliki banyak waktu luang. Juga seorang gamer baru yang ingin belajar FPS.

Cousins juga membandingkan boxed videogames (game original yang harus beli CD/DVD) dan game online gratis di internet dengan situasi tahun 1940 dimana orang masih meragukan kemampuan televisi dibandingkan bioskop. Dia mengharapkan game online dan web-based gaming akan menjadi hal yang umum di tahun-tahun mendatang.

DICE Studio sendiri dikabarkan sedang mengerjakan sedikitnya 5 judul game baru. Beberapa diantaranya adalah game untuk next-gen consoles, game yang bekerja sama dengan developer Korea untuk pasar Asia, dan Battlefield 3.


Minggu, November 09, 2008

Digital Photo Frame ( SPECTRA - PF080F )


Digital Photo Frame adalah bingkai foto digital, yang dapat menampilkan gambar (JPEG) maupun video (MPEG) yang tersimpan dalam memory card (MMC,SD,CF,XD,MS,SM). Selain itu, alat ini juga dapat memutar lagu MP3, yang dapat diatur sebagai lagu background saat menampilkan gambar-gambar foto. Sudah terdapat built-in stereo speaker didalamnya.
Digital Photo Frame ini berkuran layar
TFT-LCD sebesar 8 inch : 256K Full-Color
Dengan resolusi: 640 x 480.


Juga terdapat remote control untuk memudahkan pengaturan tampilan pada bingkai foto tersebut. Tampilan foto bisa diatur tampil sebagai slide-show atau sebagai gambar diam saja. Gambar yang ditampilkan juga bisa diperbesar (zoom) ataupun diputar (rotate).
Digital Photo Frame ini bisa ditaruh diatas meja ataupun digantung di dinding.
Bingkai dari alat ini juga dapat diganti-ganti sesuai dengan selera Anda.

Spesifikasi :

- Dimensi : 8.5 x 10.5 x 2 inch
- Besar LCD : 16.2 x 12.2 cm
- Viewing Angle : 65º (kiri-kanan) dan 45º (atas-bawah)
- Sumber Daya : AC 110-240 Volt (50-60 Hz)
- Support file : JPG/JPEG & MPEG1/MPEG2/MPEG4 & MP3
- Berat : 2.2 kg
- Kelengkapan : Remote control, AC adaptor, operation manual


Harga : Rp 1.550.000,-/ Unit